Misi Kemanusian dalam Keroncong Lasem

Hingga sekarang Lasem sangat menarik menjadi obrolan semua kalangan. Bagaimana tidak, karena Lasem telah menjadi ikon kota multikultural yang pluralis dan toleran. Akulturasi damai agama-agama besar mulai dari Hindu, Budha, Kapitayan, hingga More »

Kolaborasi Musik Spanyol-Sunda “Gemparkan” Cirebon

Penampilan musik campuran Spanyol dipadukan dengan khas Sunda tampak “menggemparkan” pagelaran West Java Cultural Performing Arts and Film Festival Cirebon di Keraton Kasepuhan, Jumat. Para penonton dari berbagai kalangan mengaku kagum dan More »

Festival Musik GKJ Ditutup dengan Konser Karawitan

Konser Karawitan Sariswara Gamelan akan menutup Festival Musik Gedung Kesenian Jakarta yang diselenggarakan pada 3-12 Desember mendatang. Kelompok karawitan yang dipimpin Waluyo Sastro Sukarno ini akan menyuguhkan komposisi gamelan tradisional dan kontemporer More »

Jelang Ngayogjazz, Desa Brayut Jadi Pusat Perhatian

Desa wisata Brayut di Pandowoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali menjadi ajang gelaran “Ngayogjazz 2014″ pada 22 November 2014. “Ngayogjazz yang diikuti pemusik jazz dari berbagai negara dan komunitas jazz berbagai More »

Menteri Puji Festival Seni dan Budaya di Ubud

Menteri Pariwisata Arief Yahya memuji kelestarian seni budaya dan adat yang diwarisi masyarakat perkampungan seniman Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali yang kokoh dan lestari yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan mancanegara dan More »

 

Misi Kemanusian dalam Keroncong Lasem

keroncong

Hingga sekarang Lasem sangat menarik menjadi obrolan semua kalangan. Bagaimana tidak, karena Lasem telah menjadi ikon kota multikultural yang pluralis dan toleran. Akulturasi damai agama-agama besar mulai dari Hindu, Budha, Kapitayan, hingga Islam pun terjadi disini. Tak hanya itu, Lasem juga menjadi simbol tata kota multikultural dengan beragam etnis mulai Jawa, Cina, dan Arab dengan hidup damai berdampingan.

Kolaborasi Musik Spanyol-Sunda “Gemparkan” Cirebon

TOPENG-cirebonan

Penampilan musik campuran Spanyol dipadukan dengan khas Sunda tampak “menggemparkan” pagelaran West Java Cultural Performing Arts and Film Festival Cirebon di Keraton Kasepuhan, Jumat.

Para penonton dari berbagai kalangan mengaku kagum dan tidak percaya musik tradisional Sunda bisa dipadukan dengan Spayol dan hasilnya mengejutkan, cocok didengarkan oleh semua kalangan.

Festival Musik GKJ Ditutup dengan Konser Karawitan

Gamelan

Konser Karawitan Sariswara Gamelan akan menutup Festival Musik Gedung Kesenian Jakarta yang diselenggarakan pada 3-12 Desember mendatang. Kelompok karawitan yang dipimpin Waluyo Sastro Sukarno ini akan menyuguhkan komposisi gamelan tradisional dan kontemporer di Gedung Kesenian Jakarta pada 12 Desember 2014.

“Saya pinjam istilah konser. Kami sajikan kreativitas dari pengalaman dan kreasi tembang, gamelan Jawa yang dibingkai teknik sajian, tangga nada, dan suasana,” ujar Waluyo dalam konferensi pers pementasan Manggalagita yang diprakarsai BudayaKu dan Gedung Kesenian Jakarta, Kamis,13 November 2014.

Jelang Ngayogjazz, Desa Brayut Jadi Pusat Perhatian

brayut-desa

Desa wisata Brayut di Pandowoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali menjadi ajang gelaran “Ngayogjazz 2014″ pada 22 November 2014.

“Ngayogjazz yang diikuti pemusik jazz dari berbagai negara dan komunitas jazz berbagai kota tersebut merupakan kali kedua di gelar di Desa Wisata Brayut setelah sebelumnya pada 2012,” kata pengelola Desa Wisata Brayut Budi Utomo, Rabu.

Menteri Puji Festival Seni dan Budaya di Ubud

bali-tarian

Menteri Pariwisata Arief Yahya memuji kelestarian seni budaya dan adat yang diwarisi masyarakat perkampungan seniman Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali yang kokoh dan lestari yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan mancanegara dan nusantara berkunjung ke daerah itu.

“Saya mengapresiasi Desa Ubud telah mendapatkan penghargaan dari Majalah Condenas Traveller, sebagai destinasi pariwisata terbaik Asia (The Best City in Asia) 2013,” kata Menteri Arief Yahya di Ubud, Sabtu.

Festival Budaya Timeless Indonesia Digelar di Bali

balawanoo

Festival kebudayaan yang menyatukan sisi musik, tari, kuliner, fashion, kerajinan dan barang antik akan digelar di K-Land Beach, Badung, Bali pada 9 – 15 November 2014.

Festival bertajuk Timeless Indonesia Festival (TIF) ini akan memanfaatkan Bali sebagai etalase untuk memajang daya tarik tujuh provinsi di Indonesia.Yakni, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Bali.

Pekan Komponis Indonesia 2014 Coba “Angkat” Kembali Musik Keroncong

pekan2keroncong

Keroncong menjadi tema Pekan Komponis Indonesia 2014 yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta.

“Keroncong adalah musik yang sangat Indonesia, sangat luar biasa, dan tidak bisa kita temui di negara lain,” ujar musisi sekaligus Ketua Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Aksan Sjuman di Jakarta, Selasa.

Musik keroncong dipandang unik karena musik khas Indonesia ini dimainkan dengan alat-alat yang bukan buatan Indonesia, melainkan Portugis.

Dengan mengambil tema “Keroncong Riwayatmu Kini”, DKJ ingin menghadirkan sajian musik keroncong dari yang tradisional (asli) hingga musik keroncong yang sifatnya eksperimental.

“Akan ada lima komponis muda yang kami tantang untuk menampilkan karya keroncong mereka berdasarkan perspektif dan pemahaman mereka masing-masing,” kata anggota DKJ Aisha Sudiarso.

Kelima komponis tersebut adalah Migi Puspita Parahita, Nicolaus Edwin, Dony Koeswinarno, Ammir Gita Pradana, dan Robert Basuki Mulyarahardja.

Acara ini didukung dengan penampilan musisi keroncong seperti Sundari Soekotjo, Keroncong Tugu Cafrinho, dan Ubiet Keroncong Tenggara.

Pekan Komponis Indonesia berlangsung pada 23-26 Oktober di Taman Ismail Marzuki.

Selain menampilkan pertunjukan musik, Pekan Komponis Indonesia juga diisi diskusi mengenai sejarah dan perkembangan musik keroncong serta nonton bareng film keroncong. [ant/it2/foto:istimewa]

Pekan Komponis Indonesia, Kenduri Nasional Musisi Keroncong Indonesia

solo-keroncong-fes

Penyanyi keroncong legendaris Indonesia Sundari Soekotjo siap tampil di Pekan Komponis Indonesia bertema “Keroncong: Riwayatmu, Kini…” pada Kamis (23/10) yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

“Tunggu saja pada tanggal 23 nanti lagu apa saja yang saya bawakan,” kata Sundari di kawasan TIM, Menteng, Jakarta, Selasa.

Satu hal yang pasti, dia mengakui hanya akan menyanyikan lagu keroncong murni. Dengan kata lain, dia enggan menyanyikannya dengan aransemen kontemporer. “Itu bagian dari idealisme saya. Tapi tidak mengapa karena setiap orang memang memiliki pandangan sendiri-sendiri,” kata dia.

Pelantun tembang “Di Bawah Sinar Bulan Purnama” itu juga akan mengisi sebuah diskusi tentang musik keroncong Ngopi Bareng yang merupakan bagian dari rangkaian acara Pekan Komponis Indonesia.

Kehadiran Sundari itu sendiri akan memberi warna dalam Pekan Komponis Indonesia yang berlangsung pada 21 Oktober-26 Oktober 2014.

Kepiawaian ibu dari Intan Soekotjo dalam membawakan lagu keroncong sekiranya dapat mengobati kerinduan para pecinta musik asli Indonesia itu.

Akhir-akhir ini alunan vokal penyanyi kelahiran Jakarta, 14 April 1965 itu memang sangat jarang muncul di layar kaca karena lebih sibuk menjadi dosen di dua perguruan tinggi berbeda Universitas Negeri Jakarta dan Institut Bisnis Nusantara (IBN). Selain itu, dia lebih banyak tampil manggung secara “off air”.

Pekan Komponis Indonesia sendiri juga akan dimeriahkan oleh penampilan dari berbagai musisi muda dan kawakan. Berikut ini jadwal acara tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Bagi Anda yang berminat menghadiri acara ini, berikut jadwalnya :

Selasa, 21 Oktober 2014

Konser Progres Antologi Musik Klasik Indonesia-Musik Kamar: Amir Pasaribu dan Mochtar Embut, pukul 19.00 wib di Teater Kecil, TIM.

Kamis ,23 Oktober 2014

Ngopi Bareng bersama Sundari Soekotjo dan Victor Ganap pukul 15.30 WIB di Lobi Teater Kecil, TIM

Panggung Keroncong dengan penampil: Sundari Soekotjo & Lantun Orchestra, Migi Puspita Parahita dan Nicoulas Edwin pukul 19.00 WIB di Teater Kecil, TIM.

Jumat, 24 Oktober 2014

Panggung Keroncong dengan penampil: keroncong Tugu Cafrinho, Ammir Gita Perdana dan Robert Basuki Mulyarahardja pukul 19.00 WIB di Teater Kecil, TIM.

Sabtu, 25 Oktober 2014

Ngopi Bareng bersama Ubiet dan Dian HP pukul 15.30 WIB di Lobi Teater Kecil, TIM.

Panggung Keroncong dengan penampil: Ubiet & Kroncong Tenggara, Altajaru Ensemble, dan Dony Koeswinarno pukul 19.00 WIB di Teater Kecil, TIM.

Minggu, 26 Okotber 2014

Konser Gala Keroncong dengan penampil komponis muda Migi Puspita Parahita, Nicoulas Edwin, Ammir Gita Perdana, Robert Basuki Mulyarahardja dan Dony Koeswinarno pukul 19.00 WIB di Teater Kecil, TIM.

Selasa, 21 Oktober 2014 dan Kamis-Minggu 23-26 Oktober 2014

Pameran Organologi VI: Instrumen Keroncong Pustaka Musik Indonesia

Pukul 15.30-21.00 WIB di Lobi Teater Kecil, TIM.

Jumat-Minggu, 24-26 Okotber 2014

Nobar Film Keroncong: Wadjah Seorang Laki-Laki, Daun Di Atas Bantal dan Ruma Maida.

Pukul 14.15, 17.00, 19.30 WIB di Kineforum, TIM.

Acara ini terbuka untuk umum, dan untuk menghadiri acara ini, pengunjung tidak dikenakan biaya sepeser pun, alias gratis . [bbs/it2/foto:istimewa]

Indonesia dan Malaysia Juara Lomba Bintang Radio tingkat ASEAN

Logo-RRI-001

Ajang lomba Bintang Radio tingkat ASEAN, yang digelar RRI Kupang pada 12-18 Oktober 2014, menempatkan wakil Indonesia untuk kategori putra dan Malaysia untuk kategori putri sebagai jawara.

Tim juri Bintang Radio ASEAN menetapkan Pryo Diky Rinaldy asal Indonesia sebagai jawara Bintang Radio ASEAN, disusul Tun Abdul Aziz (Malaysia) sebagai runner up, dan Bentura Maia (Timor Leste) di peringkat ketiga kategori putra,” kata Direktur Utama RRI, Rosarita Niken Widyastuti, di Kupang, Minggu.

Kemenparekraf Gelar Lomba Cipta Lagu Pop Daerah Nusantara 2014

lagudaerah1

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggandeng Ikatan Alumni SMA 6 Yogyakarta (Nem Che) menyelenggarakan Lomba Cipta Lagu Pop Daerah Nusantara (LCLPDN) 2014.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf) Sapta Nirwandar di Jakarta, Selasa malam, mengatakan bahwa kegiatan itu berlangsung untuk ketiga kalinya sejak 2012.