Tony Yawan Sabet Juara Bintang Radio RRI 2014

Penyanyi putra daerah Kabupaten Biak Numfor, Papua, Tony Yawan keluar sebagai juara pertama lomba bintang radio 2014 kategori pria yang diselenggarakan Lembaga Penyiaran Publik RRI. Data diperoleh ANTARA, Sabtu, untuk juara dua More »

DKJ Rekomendasikan Puisi untuk Jadi Lirik Lagu

Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta merekomendasikan kepada para musisi tanah air untuk “menggarap” lagu dengan menggunakan lirik dari puisi yang ada. “Ayo para musisi Tanah Air, manfaatkanlah teks puisi sebagai sumber karya More »

Paduan Suara “Paragita UI” Sabet Juara di Italia

Paduan Suara Paragita Universitas Indonesia menjadi Juara kedua kategori paduan suara campur (mixed choir) dan juara ketiga kategori paduan suara kelompok kecil (equal or mixed choir vocal ensemble) dan kategori (historical period) More »

Solo Keroncong Festival Digelar di Benteng Vestenberg

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo melestarikan khasanah seni musik Keroncong asli Nusantara. Langkah ini diujudkan dalam even Solo Keroncong Festival (SKF) di halaman Benteng Vestenberg pada 26-27 September 2014. Pagelaran More »

Heny Janawati dan Kiprah di Panggung Opera

Heny Janawati pernah menangis gara-gara Carmen. Pemilik suara mezosopran—jenis suara tengah bagi wanita dalam musik—ini meneteskan air mata karena menghayati peran Carmen. Dia adalah gadis gipsi dalam opera Carmen karya musikus Prancis, More »

 

Tony Yawan Sabet Juara Bintang Radio RRI 2014

Logo-RRI-001

Penyanyi putra daerah Kabupaten Biak Numfor, Papua, Tony Yawan keluar sebagai juara pertama lomba bintang radio 2014 kategori pria yang diselenggarakan Lembaga Penyiaran Publik RRI.

Data diperoleh ANTARA, Sabtu, untuk juara dua kategori pria diraih penyanyi Hugo Miossido, juara tiga Richard Imkotta serta juara harapan Klass William.

DKJ Rekomendasikan Puisi untuk Jadi Lirik Lagu

lagu-puisi-ilustrasi

Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta merekomendasikan kepada para musisi tanah air untuk “menggarap” lagu dengan menggunakan lirik dari puisi yang ada. “Ayo para musisi Tanah Air, manfaatkanlah teks puisi sebagai sumber karya musik,” kata Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Fikar W. Eda, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Paduan Suara “Paragita UI” Sabet Juara di Italia

paragita-ui

Paduan Suara Paragita Universitas Indonesia menjadi Juara kedua kategori paduan suara campur (mixed choir) dan juara ketiga kategori paduan suara kelompok kecil (equal or mixed choir vocal ensemble) dan kategori (historical period) di 62nd Guido d’Arezzo International Polyphonic Competition di Arezzo, Italia

Solo Keroncong Festival Digelar di Benteng Vestenberg

solo-keroncong-fes

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo melestarikan khasanah seni musik Keroncong asli Nusantara. Langkah ini diujudkan dalam even Solo Keroncong Festival (SKF) di halaman Benteng Vestenberg pada 26-27 September 2014.

Pagelaran musik tradisi khas Nusantara ini, menurut Kepala Disbudpar), Eny Tyasni Susana, diikuti 16 kelompok grup musik keconcong, baik dari daerah Nusantara maupun manca negara. ”Mereka siap tampil, unjuk kebolehan di halaman Beteng Vestenberg nanti,” kata alumnus Fisip UNS Solo ini, Selasa (26/8).

Heny Janawati dan Kiprah di Panggung Opera

heny-janawati

Heny Janawati pernah menangis gara-gara Carmen. Pemilik suara mezosopran—jenis suara tengah bagi wanita dalam musik—ini meneteskan air mata karena menghayati peran Carmen. Dia adalah gadis gipsi dalam opera Carmen karya musikus Prancis, Georges Bizet, yang pertama dipentaskan pada 1875 di Paris.

“Pertama kali saya menyanyi Carmen di Ceko pada 2010. Saya sering emosional bahkan menangis saat latihan karena begitu kompleksnya karakter Carmen,” kata Heny seperti ditulis Koran Tempo, Kamis, 21 Agustus 2014. Dalam opera Bizet, Carmen merupakan gadis gipsi yang mempesona banyak pria karena kecantikannya. Namun kisah Carmen berakhir tragis saat mantan kekasihnya, Don Jose, menikamnya dengan pisau. “Demi sebuah kebebasan dan cinta, dia menghadapi ajalnya dengan sangat berani.”

Perkenalan Heny, 36 tahun, dengan opera dimulai dari keluarga. Ayahnya, almarhum I.G.B. Ngurah Ardjana, adalah musikus dan seniman Bali pencipta lagu Bali Pulina dan Sekar Sandat. “Beliaulah yang memperkenalkan saya dengan berbagai jenis musik, termasuk musik klasik,” kata Heny.

Kecintaannya pada opera muncul setelah mendengar rekaman Maria Callas, penyanyi Yunani yang dianggap simbol opera abad XX. Heny pun memutuskan ke luar negeri untuk mendalami bidang tersebut. Dia mengambil diploma bidang musik klasik di Vancouver Community College pada 2005, lalu dilanjutkan sarjana dan master bidang opera di University of British Columbia dan lulus pada 2013.

Selama studi, dia tampil dari panggung ke panggung di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa. Selain Carmen, dia juga pernah menjadi penyihir Jezibaba dalam lakon Rusalka yang bercerita soal putri duyung dalam mitologi bangsa Slavia karya musikus Republik Cek, Antonin Dvorak.

Tahun lalu, Heny pulang kampung. Dia mendirikan sekolah vokal Staccato di Denpasar. Dia juga terlibat dalam berbagai penampilan kolaborasi dengan Jakarta Chamber Orchestra dan paduan suara Batavia Madrigal Singers asuhan Avip Priatna. Lewat beberapa penampilannya, dia memberikan sentuhan operatik pada lagu-lagu tradisional Indonesia, seperti dalam program Senandung Opera Sumatra dan Ngiring Matembang Bali di Grand Indonesia, Jakarta, Juni lalu. [tempo.co/it/foto:fb]

Jodhi Yudono Akan Musikalisasikan Puisi-puisi 1945

jodhi

Dalam rangka menyambut hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69, stasiun televisi Metro TV menghadirkan Nyanyian Puisi Jodhi Yudono yang akan ditayangkan pada Minggu, 17 Agustus 2014, pukul 08.00 – 09.30 WIB.

Empat Harpist dalam Satu Karya

harpa-player

Harpa. Alat musik petik itu memang tak lagi asing di telinga masyarakat. Banyak anak muda yang mulai menekuni alat musik yang konsepnya berasal dari alat musik petik kuno di Mesir dan Yunani tersebut. Salah satunya adalah Jessica Sudiarto, pemusik muda berbakat dari Surabaya.

Dengan ceria, gadis 16 tahun itu sangat luwes memetik senar harpa. Selasa kemarin (12/8) dia tidak sendiri. Ada Rama Widi dan Lisa Gracia, dua harpist terbaik Indonesia, yang bermain bersama Jessica. Minggu lalu   (13/8), bersama Maya Hasan, professional harpist, mereka tampil dalam konser bertajuk Kaleidoskop 3 Generation of Indonesia Harpist.

Orkestra Gita Bahana Nusantara 2014 Siap Tampil Di Istana Negara

gita-orchestra-antara

Menjelang penampilan pada acara kenegaraan pidato presiden dan upacara 17 Agustus, tim paduan suara Gita Bahana Nusantara 2014 melakukan resital perdana.

Tim nasional paduan suara dan orkestra Gita Bahana Nusantara 2014 melakukan gelar perdana di Balairung Soesilo Sudarman, gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi, Selasa, 12 Agustus 2014.

Matajiwa : Dengarkan Musik Etnik Indonesia Demi Identitas

matajiwa

Matajiwa, band yang dibesut oleh Anda Perdana (vokal, gitar), mantan gitaris band Bunga bersama kawan lamanya, Reza Achman (drum, perkusi), bisa dibilang memiliki konsep musik yang unik dan berbeda.  Mereka  pun  mengaku musik tradisional alias etnik memiliki pengaruh yang cukup besar dalam membuat sebuah lagu.

“Masalah pengaruh musik, kami nggak terlalu ingin meniru siapa pun. Kami memang suka musik etnik tapi nggak mendalaminya. Kalau saya memang nggak begitu paham, Reza yang lebih mengerti,” ujar Anda di  Jakarta beberapa waktu lalu.

Bernadeta Astari, Soprano Indonesia “Ngetop” di Eropa

astari2

Musik klasik sepertinya telah menjadi bagian dari napas Bernadeta Astari. Apalagi sejak tinggal di Belanda untuk kuliah di Universitas Utrecht jurusan vokal klasik delapan tahun lalu. Sembari kuliah, dia wara-wiri di berbagai kejuaraan tarik suara. Setahun di Belanda, Deta menyabet piala dalam konser Prinses Christina Concours di Den Haag.

Momen yang paling dia kenang adalah kemenangan dalam kompetisi Dutch Classical Talent 2012 yang membawanya ke panggung di Royal Concertgebouw. Gedung konser yang berdiri di Amsterdam sejak 1888 itu dijuluki “Kuil Musik Klasik” oleh warga Belanda. “Aku adalah orang Indonesia pertama yang bernyanyi di sana,” kata Bernadeta, seperti dilansir Tempo, Kamis, 7 Agustus 2014.